Posted by: chaidarabdullah on: Mei 26, 2008
Masyarakat internasional memuji terpilihnya Michel Suleiman sebagai presiden baru Lebanon, Ahad (25/5/08), sebagai langkah awal dalam menyatukan kembali negara yang terpecah itu.
Presiden AS George W. Bush mengatakan ia sangat ingin menyaksikan “satu era perujukan politik” di Lebanon, yang telah dicabik oleh krisis politik yang mengancam akan berubah jadi perang saudara besar-besaran awal bulan Mei.
”Saya yakin bahwa Lebanon telah memilih seorang pemimpin yang terikat komitmen pada perlindungan kedaulatannya, perluasan wewenang pemerintah atas seluruh wilayah Lebanon, dan penegakan kewajiban internasional di Lebanon berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Bush.
Suleiman, Kepala Staf Angkatan Darat di Lebanon selama 10 tahun terakhir itu, diambil sumpahnya setelah pemungutan suara yang diharapkan banyak pihak akan membalik lembaran baru dalam sengketa politik 18-bulan.
Pemungutan suara tersebut diadakan hanya beberapa hari setelah pemerintah dukungan-Barat dan oposisi pimpinan-Hizbullah menyepakati satu persetujuan setelah pembicaraan di ibukota Qatar, Doha, untuk memilih Suleiman dan membentuk pemerintah persatuan nasional.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan ia berharap pemungutan suara “bersejarah” akan membawa kepada “pengaktifan kembali semua lembaga undang-undang dasar di Lebanon dan kembalinya dialog politik”.
Ia menyeru semua pihak di Lebanon agar mendesak terwujudnya konsolidasi kedaulatan, kestabilan dan kemerdekaan politik negara Lebanon.
Stasiun televisi di Suriah, mantan penengah kekuatan di Lebanon yang mendukung oposisi, menyatakan Suleiman memangku jabatan “dengan lampu hijau dari semua rakyat Lebanon dan dukungan luar biasa dari negara Arab dan internasional”.
”Lebanon berada di tempat yang tepat –Lebanon Arab yang bersatu, mampu mengatasi kebuntuan. Lebanon yang melawan telah memilih seorang presiden baru,” kata pembawa acara dalam program berita di stasiun televisi resmi Lebanon.
Stasiun televisi itu menyoroti fakta bahwa pemilihan presiden baru tersebut bersamaan dengan peringatan kedelapan penarikan Israel dari Lebanon selatan pada 2000, setelah 22 tahun melakukan pendudukan.
Presiden Nicolas Sarkozy dari mantan kekuatan kolonial Lebanon, Perancis, menjanjikan dukungna penuh bagi Suleiman dan mengatakan ia berharap pemilihan itu akan memungkinkan Lebanon melakukan tindakan penting ke depan dan “menghadapi tantangan yang menanti”.
Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband mengatakan pemilihan tersebut adalah “satu langkah maju yang penting”.
Presiden Jerman Horst Koehlier mengatakan ia menyambut baik “langkah berani ini” ke arah penyelesaikan krisis politik di Lebanon dan berharap Suleiman akan berhasil dalam peran barunya.
”Saya menyampaikan harapan agar Anda selalu berhasil, kekuatan yang diperlukan dan nasib baik dalam menghadapi tantangan besar yang berada di hadapan Anda,” kata Koehlier dalam suatu pernyataan.
Emira Qatar Sheikh Hamas bin Khalifa Ath-Thani memuji kesepakatan itu, yang ditandatangani di negerinya setelah enam hari pembicaraan krisis yang diperantarai para pemimpin Arab.
Raja Jordania Abdullah II mengatakan pemungutan suara tersebut adalah “langkah positif bagi rakyat Lebanon dan kesatuan nasional”, demikian antara lain isi pernyataan dari istana raja Jordania.
Raja Marokko Mohammad VI mengucapkan selamat kepada Suleiman dalam suatu pernyataan.
”Berkat kebijaksanaan Anda, ketrampilan Anda dan kualitan kemanusiaan, Anda akan mencapai aspirasi saudara-saudara rakyat Lebanon dalam memperkokoh persatuan nasional,” kata Raja Mohammad sebagaimana diberitakan.