Chaidarabdullah’s Weblog

DUKUNGAN MASIH KUAT BUAT RAFIK HARIRI

Posted on: Mei 10, 2008

        Oleh Chaidar Abdullah

        Jakarta, 22/5 (ANTARA) – Perdana Menteri Lebanon, Rafik Hariri, yang mengundurkan diri hari Jumat (19/5) untuk meredakan kemelut politik dan ekonomi negeri itu, memperoleh dukungan banyak anggota parlemen guna kembali memimpin program pembangunan pasca-perang di negerinya sehingga hari Ahad lalu memangku kembali jabatannya.

        Hariri –yang tahun 1992 dipuji-puji sebagai satu-satunya orang yang memiliki pandangan dan sumber daya guna mengembalikan Lebanon ke dalam kancah Timur Tengah– diangkat kembali untuk kedua kalinya oleh Presiden Elias Hrawi.

        Sebelumnya, ia menghadapi pertikaian dengan parlemen dan perpecahan dalam kabinetnya, serta tuduhan telah mengeruk keuntungan pribadi selama 31 bulan jabatannya.

        Hariri telah memimpin kabinet 30 anggota sejak bulan Oktober 1992 dan sebelumnya telah tiga kali mengancam akan mengundurkan diri dengan alasan semua upayanya untuk membangun kembali Lebanon setelah 15 tahun perang saudara menghadapi ancaman yang terus meningkat.

        Presiden Elias Hrawi pekan ketiga bulan Mei menerima pengunduran Hariri. Namun, menurut laporan kantor-kantor berita Reuter dan AFP, ia memberi Hariri kesempatan lagi untuk membentuk pemerintahan sementara masalah sosial masih merebak di negerinya.

        Pengangkatan Hariri tahun 1992 membuat modal asing mulai mengalir kembali ke Lebanon setelah miliaran dolar modal luar negeri meninggalkan negerinya selama perang tahun 1975-1990.

        Banyak pengusaha asing dilaporkan berdatangan ke Lebanon agar dapat memperoleh bagian dalam berbagai rencana pembangunan kembali yang sedang digarap pemerintah Hariri dengan nilai miliaran dolar.

        Sementara itu, para penentang Hariri menuduhnya membebani Lebanon dengan utang, mencampur-adukkan prioritas utamanya dan mengabaikan tuntutan bagi penyelesaian segera berbagai masalah, seperti inflasi dan kebutuhan listrik sehari-hari, yang dirasa tidak mencukupi.

        Hariri juga dituding oleh para penentangnya menjalankan roda pemerintahan sendiri saja, persis seperti ia mengelola perusahaan-perusahaannya.

        Parlemen Lebanon sejak awal telah menampik permintaan Hariri agar diberi kekuasaan khusus guna menggolkan rencana-rencananya.

        Bermacam proyeknya jadi lamban atau bahkan diganjal, sehingga membuat Hariri kehabisan kesabaran karena merasa semua upayanya untuk membangun kembali Lebanon selalu dirintangi terutama oleh Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri.

        Selain itu, Hariri juga menghadapi rongrongan dalam kabinetnya berupa percekcokan dan penentangan.

        Tahun 1992 dan 1993, Hariri pernah mogok dan tak mau masuk kantor selama sekitar satu pekan sebagai protes atas apa yang dipandangnya sebagai kegagalan rekan-rekannya dalam pemerintahan untuk bekerjasama.

        Dicengkeram krisis

        Sementara itu, inflasi di Lebanon mencapai 16,5 persen tahun lalu, kendati para pendukung Hariri berharap pemerintah akan dapat memangkas laju inflasi sampai separuhnya pada tahun ini.

        Krisis di Lebanon mencapai puncaknya sekitar pertengahan bulan Mei, ketika tak kurang dari 70.000 guru melakukan mogok untuk menuntut kenaikan gaji sebesar 20 persen.

        Pemogokan tersebut tentu saja mengganggu ujian akhir tahun sekolah-sekolah di negeri itu dan membuat tak kurang dari 850.000 murid tak dapat mengikuti pelajaran, sementara staf pengajar di universitas negeri telah mengancam akan mengikuti tindakan para guru tersebut.

        Kerusuhan itu terjadi saat pertikaian berlangsung antara Hrawi dan Berri mengenai pemilihan umum yang dijadwalkan bulan November.

        Pertikaian tersebut berkisar pada masalah apakah pemilihan umum mesti diselenggarakan sesuai jadwal atau undang-undang dasar diubah dulu guna memungkinkan Hrawi, yang mandatnya berakhir tanggal 23 November, memangku jabatan selama enam tahun lagi.

        Berri menghendaki pengubahan itu ditunda sampai Oktober, tapi Hariri menentang penundaan pelaksanaan pemungutan suara dan menyatakan penundaan akan menambah ketegangan ekonomi serta politik di negeri tersebut.

        Cadangan devisa merosot

        Dua hari setelah pengunduran diri Hariri, cadangan devisa bank sentral Lebanon dilaporkan anjlok menjadi 1.722 miliar dolar AS.

        Ketidak-pastian, yang terjadi setelah pengunduran diri Hariri, telah mengakibatkan cadangan devisa merosot dari 3.034 miliar dolar AS pada bulan November lalu, kata beberapa bankir sebagaimana dikutip kantor-kantor berita trans-nasional.

        Bank sentral menyuntikkan 80 miliar dolar AS ke pasar pada hari Jumat, ketika Hariri mengundurkan diri, guna memungkinkan mata uang Lebanon tetap stabil.

        Seorang pejabat meramalkan kemungkinan Hariri terpilih lagi untuk membentuk pemerintah baru akan “memadamkan awal kepanikan dan meyakinkan kembali nasabah”. Jika tidak, tekanan atas mata uang Lebanon akan berakibat fatal.

        Cadangan devisa bank sentral Lebanon diberitakan terus merosot sejak mencapai puncaknya bulan November.

        Pada saat yang sama dukungan bagi Hariri mengalir lagi hari Ahad (21/5), ketika 73 dari 111 anggota Parlemen Lebanon menyatakan mereka mencalonkan pengusaha kaya tersebut yang memelopori pemulihan kondisi Lebanon untuk dipilih kembali.

        Hrawi pada hari itu masih harus berkonsultasi dengan 17 anggota parlemen. Presiden Lebanon tersebut –yang harus menunjuk calon yang diajukan oleh mayoritas anggota parlemen– mengumumkan pilihannya Ahad malam.

        Menurut Deputi Perdana Menteri Michel Al-Murr, kelompoknya mendukung Hariri karena kondisi ekonomi negerinya menghendaki demikian.

        Satu-satunya saingan Hariri ialah Amin Al-Hafez, mantan perdana menteri berusia 69 tahun dan pemimpin komisi urusan luar negeri di parlemen, dengan dukungan 12 anggota parlemen.

        Hariri diperkirakan akan merombak Kabinet, yang banyak anggotanya secara terbuka mengritiknya, dan membentuk pemerintah yang lebih bersatu pekan ini. Hariri terlihat pula telah berusaha melakukan perombakan sejak tahun lalu. (22/05/95 12:38)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: