Chaidarabdullah’s Weblog

PEMBOMAN OKLAHOMA TERNYATA BUKAN PERBUATAN “TERORIS” TIMTENG

Posted on: Mei 10, 2008

        Oleh Chaidar Abdullah

        Jakarta, 25/4 (ANTARA) – Tak lama setelah serangan bom mobil hari Rabu (19/4) terhadap gedung federal Alfred P. Murrah, perhatian dan pandangan rakyat serta pers Amerika langsung tertuju pada kelompok “teroris” Timur Tengah, tapi beberapa hari kemudian terbukti bahwa itu adalah produk dalam negeri AS sendiri.

        Pada awalnya tersiar spekulasi bahwa “sentuhan tangan” orang-orang Islam Timur Tengah berada di belakang serangan bom yang menewaskan 80 orang di Oklahoma City tersebut, dan para pemimpin masyarakat Arab-Amerika dilaporkan oleh kantor berita AFP serta Reuter berusaha menangkis tudingan seperti itu.

        Kecurigaan mengenai keterlibatan kelompok garis keras Timur Tengah dalam serangan teroris tersebut terutama dikaitkan dengan pemboman Pusat Perdagangan Dunia (WTO) tahun 1993.

        Banyak ahli diberitakan berpendapat bahwa pemboman tersebut memiliki kesamaan dengan serangan bom di Beirut tahun 1983 –yang menewaskan 241 tentara AS– dan dengan peledakan gedung WTO, yang menewaskan enam orang serta melukai 1.000 orang lagi.

        Hamzi Moghrabi, pemimpin Masyarakat Anti-Fitnah Arab-Amerika, menyesalkan tindakan pers AS yang dengan serta-merta menuding Timur Tengah sebagai tempat asal pelaku pemboman.

        Akibatnya tentu saja kepanikan di kalangan orang Arab dan juga warganegara negeri Paman Sam itu.

        Ia juga prihatin dengan rasa anti-Arab yang bersumber dari pemboman gedung WTO yang dinyatakan dilakukan oleh empat anggota kelompok garis keras.

        Pemerintah AS pada awalnya menjatuhkan kecurigaan pada orang-orang yang berasal dari Timur Tengah dan kini menetap di negeri itu.

        Banyak pengalaman menyakitkan yang menimpa mereka, misalnya yang dialami Ibrahim Ahmad, orang Palestina yang menetap Oklahoma City. Insinyur berusia 32 tahun tersebut dipaksa membatalkan kepergiannya ke Jordania melalui Roma karena ditahan di Chicago untuk dimintai keterangan.

        Setelah interogasi ia ketinggalan pesawat dan tak mungkin berangkat ke Roma, akibatnya ia terbang ke London.

        Tetapi saat Ahmad mendarat di London, para pejabat AS dilaporkan mempunyai pendapat lain dan meminta pemerintah setempat agar menahan Ahmad serta mengembalikannya ke AS.

        Ahmad dianggap sebagai salah seorang tersangka tapi kemudian dinyatakan sebagai calon saksi.

        Setelah ditanyai, Departemen Kehakiman AS belakangan memutuskan bahwa Ahmad tidak memiliki sangkut-paut dengan pemboman di Oklahoma City tersebut.

        Spekulasi bahwa pengikut kelompok garis keras Islam telah memasang bom di Oklahoma City juga telah mencuatkan ancaman mati terhadap beberapa mahasiswa asing beragama Islam di AS.

        Seorang ahli kardiologi kelahiran Pakistan dilaporkan telah menyampaikan pandangan bahwa praduga media massa AS adalah pangkal tersiarnya desas-desus bahwa kelompok garis keras Islam berada di balik pemboman tersebut.

        Desas-desus seperti itu belakangan dibantah oleh “Menteri Perencanaan” dalam Pemerintah Otonomi Palestina, Nabil Shaath, dari Jalur Gaza.

        Shaath diberitakan mengatakan serangan bom mobil tersebut mungkin dilatarbelakangi oleh fanatisme agama, tapi bukan fanatisme Islam.

        Berbagai teori

        Guna membongkar pelaku pemboman terhadap gedung federal tersebut, Pemerintah Amerika Serikat juga menerapkan semua teori yang dimilikinya.

        Agen khusus Biro Penyelidik Federal AS (FBI) yang bertugas menyelidiki pemboman itu, Weldon Kennedy, menyatakan tidak mengesampingkan motif apa pun, mulai dari kelompok garis keras Timur Tengah sampai penyelundup obat bius, penganut fanatik keagamaan dan supremasi kulit putih.

        Meskipun begitu, sebelum muncul tersangka kulit putih rakyat Amerika telah memandang curiga pada orang-orang yang berasal dari Timur Tengah, wilayah yang seringkali dipandang Barat sebagai sumber “teroris”.

        Kegurigaan yang terus merebak membuat Presiden AS Bill Clinton mendesak rakyatnya agar menghindari “pendapat mengenai bentuk klise dan berpandangan luas”.

        Pemerintah AS pun menawarkan imbalan dua juta dolar AS bagi informasi yang diberikan masyarakat, dan dilaporkan memperoleh hasilnya berupa 1.600 laporan telefon.

        Para penyelidik juga membuka kemungkinan tentang keterlibatan kelompok-kelompok pembenci pemerintah.

       

        Produk domestik

        Belakangan penyelidikan bukan membawa Pemerintah AS ke jalur kelompok “teroris” Timur Tengah tapi berbalik ke dalam negerinya sendiri, apalagi setelah diperoleh kemungkinan baru.

        Pemerintah AS dilaporkan mengetahui identitas dua tersangka pelaku pemboman.

        Kini hasil penyelidikan atas pemboman yang diperkirakan mungkin menewaskan sampai 200 orang tersebut –karena masih banyak korban belum ditemukan– membuat Pemerintah AS telah menahan dua warganegaranya sendiri; veteran Perang Teluk, Timothy McVeigh (27) dan David Iniguez; sementara tersangka ketiga masih dilacak.

        Kenyataan yang bertolak-belakang dengan spekulasi awal itu membuat banyak pihak di Amerika Serikat tersentak.

        Ketua Parlemen AS dari Partai Republik, Newt Gingrich, diberitakan tak percaya bahwa pemboman paling parah di Oklahoma City tersebut dilakukan oleh orang Amerika.

        Meskipun menyakitkan dan tak dapat dipercaya, sejarah Amerika sendiri seringkali dicoreng pembunuhan, mulai dari pembunuhan presiden sampai serangan bom terhadap klinik dan sekolah.

        Serangan bom mobil itu juga berlangsung bertepatan dengan peringatan kedua aksi berdarah pemerintah negara itu terhadap pengikut sekte keagamaan di Waco, Teksas, 19 April 1993.

        Sekte keagamaan tersebut memiliki persenjataan lengkap, tapi tak terlihat bukti keterlibatan aliran itu dengan pemboman di Oklahoma City.

        Kejadian Waco yang menewaskan sebanyak 71 orang setelah anggota sekte keagamaan membakar markas mereka, adalah salah satu kejadian memprihatinkan, dan McVeigh disebut-sebut telah mendatangi tempat kejadian itu.

        McVeigh, warganegara Amerika dengan pandangan sayap kanan ekstrim, didakwa terlibat pemboman tersebut dan memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok anti-pemerintah yang kini sedang diselidiki.

        Setelah penangkapan McVeigh, orang-orang Arab Amerika merasa lega bahwa pemboman tersebut tidak dilakukan oleh saudara seagama mereka, tapi sebaliknya orang Amerika terkejut dan harus menerima kenyataan yang tidak mereka duga sama sekali.

        Serangan bom mobil tersebut dilakukan oleh saudara setanah air mereka sendiri, terlepas dari kenyataan apakah kedua tersangka itu memiliki hubungan dengan sekte Waco atau tidak. (25/04/95 19:45)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: