Chaidarabdullah’s Weblog

SETAHUN KEMATIAN RABIN, PROSES PERDAMAIAN JALAN DI TEMPAT

Posted on: Mei 15, 2008

        Oleh Chaidar Abdullah

        Jakarta, 2/11 (ANTARA) – Setahun setelah terbunuhnya bekas perdana menteri Israel Yitzhak Rabin, proses perdamaian –seperti dugaan banyak pengamat– benar-benar macet dan menurut Presiden Perancis Jacques Chirac malah berada dalam bahaya.

        Rakyat Israel, seperti dilaporkan kantor-kantor berita transnasional, memperingati satu tahun kematian tokoh perdamaian dari Partai Buruh itu berdasarkan kalender Yahudi hari Kamis (24/10). Rabin ditembak mati oleh ekstremis anti-perdamaian di Tel Aviv 4 November 1995.

        Sejak aksi pembunuhan tersebut, rakyat Israel dilaporkan masih terpecah mengenai pelajaran apa yang dapat mereka peroleh dari kejadian seorang Yahudi membunuh orang Yahudi lain karena alasan politik.

        Mungkin “pelajaran baik” yang muncul dari kejadian itu adalah terpilihnya Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri Israel tahun ini.

        Rabin dianggap oleh kelompok fanatik Yahudi telah “menodai” ajaran nenek moyang mereka karena arsitek perdamaian dengan Palestina tersebut bersedia menyerahkan “tanah yang dijanjikan dalam Taurat, yaitu Judea dan Samaria (Tepi Barat Sungai Jordan)” kepada Palestina.

        Pembunuh Rabin (73), Yigal Amir, bekas mahasiswa fakultas hukum, setelah ditangkap di Tel Aviv menyatakan ia menembak Rabin untuk menghentikannya menyerahkan tanah Israel kepada Palestina. Yigal Amir belakangan dijatuhi hukuman seumur hidup.

        Pembunuhan itu tentu saja mengejutkan seluruh dunia, bukan hanya rakyat Yahudi, karena Rabin sebelumnya diduga akan dapat mewujudkan perdamaian dengan Palestina dan negara-negara lain Arab.

        Peristiwa naas yang dilaporkan bermotivasi politik tersebut juga menjadi pukulan terhadap rasa persatuan nasional Israel dan membuat kelompok sekuler sayap kiri berhadapan dengan kaum fanatik agama.

        Kendati merasa kehilangan atas tewasnya Rabin, banyak rakyat Israel diberitakan tetap tak mau menyimak pelajaran yang dapat diambil dari kejadian tersebut.

        Perbedaan pendapat antara kelompok sayap kiri dan kanan juga tak memperlihatkan tanda akan terjembatani.

        Rasa tak senang kaum fanatik Yahudi terhadap keputusan Rabin telah dijadikan senjata oleh Netanyahu untuk menarik dukungan bagi dirinya dalam pemilihan umum Israel melawan pengganti Rabin, Shimon peres.

        Akan tetapi harian-harian Israel, sebagaimana dikutip AFP, mencerminkan kekhawatiran bahwa rakyat Yahudi belum dapat menarik pelajaran dari terbunuhnya Rabin.

        Harian Haaretz melaporkan kelompok sayap kanan dan kaum ekstrim dari kelompok agama terus menyebar kerusuhan, dan surat kabar Maariv –yang terkenal dengan pandangan berhaluan kanannya– juga memperingatkan rakyat Yahudi mengenai bahaya akibat “fanatisme agama dan nasionalis eksrim”.

        Perdamaian bahaya

        Sementara itu, Chirac saat melakukan lawatan di Timur Tengah, menyatakan bahwa perdamaian berada dalam bahaya akibat kemacetan dalam jalur perundingan Palestina-Israel.

        Kemacetan tersebut sebenarnya juga telah diperkirakan banyak kalangan saat Rabin –yang bersama presiden Palestina Yasser Arafat menandatangani Deklarasi Prinsip- prinsip di Washington 13 September 1993– terbunuh.

        Netanyahu dalam kampanye pemilihan umumnya malah membiut “ciut harapan bagi perjalan mulus proses perdamaian yang dirintis pendahulunya”.

        Pemimpin sayap kanan Israel itu menyatakan tak ada perundingan mengenai Jerusalem, tak ada negara Palestina, tak ada penarikan militer Yahudi dari Al-Khalil, tak ada penyerahan Dataran Tinggi Golan kepada Suriah.

        Kini Netanyahu bukan hanya membuktikan ucapannya, ia bahkan menyulut kemarahan rakyat Palestina dengan memperluas permukiman Yahudi di wilayah-wilayah Palestina.

        Tindakannya yang paling akhir, membuka kembali terowongan arkeologis di bawah kompleks Masjid Al-Aqsha, bahkan memicu bentrokan antara tentaranya dan pemrotes serta polisi Palestina.

        Chirac, yang tampaknya ingin “mengimbangi peran berat sebelah Amerika Serikat” di Timur Tengah, memancing emosi Israel saat ia mengulangi seruannya bagi berdirinya negara berdaulat Palestina dan penerapan semua persetujuan yang telah dicapai antara Palestina dan Israel.

        Padahal Netanyahu, yang dihantui masalah keamanan Israel, telah berulangkali menyatakan ia ingin merundingkan kembali persetujuan perdamaian itu, tanpa perduli reaksi keras dari negara-negara Arab.

        Tetapi, menurut Chirac, keamanan negara-negara di Timur Tengah tak dapat dijamin dengan mengandalkan kekuatan.

        “Keamanan hanya dapat dijamin dengan perdamaian, dan jika tak ada perdamaian, takkan ada keamanan,” katanya sebagaimana dilaporkan UPI.

        Perancis, katanya, dapat mengingatkan prinsip-prinsip yang dapat mewujudkan perdamaian; tanpa itu semua perdamaian tak dapat disentuh apalagi diwujudkan.

        “Prinsip-prinsip yang saya maksud adalah pertukaran tanah bagi perdamaian, pelaksanaan oleh semua negara di wilayah ini kedaulatan mereka atas seluruh wilayah mereka, keamanan buat semua kebebasan menentukan nasib bagi rakyat Palestina mengenai masa depan mereka. Pendeknya, landasan bagi suatu negara,” kata Chirac.

        Sampai akhir Oktober, Israel dan Palestina belum dapat menyelesaikan masalah penarikan tentara Israel dari 80 persen kota Al-Khalil di Tepi Barat.

        Penarikan tersebut mestinya dilakukan bulan Maret tapi tertunda karena pemilihan umum Israel, tapi setelah Netanyahu menjadi perdana menteri perundingan mengenai penarikan tentara Israel itu berpindah dari satu kemacetan ke kemacetan lain.

        Perundingan pada jalur-jalur lain antara Israel dan Suriah serta Libanon juga mengalami nasib tak berbeda dengan jalur perundingan Palestina-Israel.

        Netanyahu –yang tetap yakin bahwa keamanan rakyat Israel dapat dijamin melalui pencaplokan wilayah-wilayah negara lain– sejak terpilih sebagai perdana menteri terus memancing kerusuhan dengan sikap tak kenal komprominya. (02/11/96 18:30)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: