Chaidarabdullah’s Weblog

THAILAND MELANGKAH MENUJU PEMBAHARUAN POLITIK

Posted on: Mei 15, 2008

 

       Oleh Chaidar Abdullah

        Jakarta, 18/11 (ANTARA) – Saat rakyat Thailand memberi suara pada Minggu (17/11), negara tersebut melakukan langkah pertama menuju pembaharuan demokrasi, tapi “isi” ke arah itu baru terlihat saat parlemen baru menunjuk panel pembaharuan politik guna menulis-ulang undang-undang.

        Para politikus Thailand bukan hanya bermanis kata saat menyerukan pembaharuan sistem di negeri tersebut sampai terlihat bahaya akibat sistem politik “payung” oleh koalisi tujuh partai yang dipimpin Banharn Silpa-Archa, yang meletakkan jabatan guna merambah jalan bagi pemilihan umum.

        Saat ini politisi Thailand melihat pesan tersirat bahwa para pemberi suara sudah bosan dengan iming-iming dan ingin menyaksikan perubahan sesungguhnya.

        Selama kampanye, para politikus tersebut dilaporkan berjanji akan mengakhiri praktik pembelian suara, mengubah pola pemilihan dan mendirikan lembaga-lembaga independen untuk memantau sektor-sektor kritis.

        Namun banyak orang bertanya-tanya apakah upaya menuju pembaharuan akan lolos dari pemungutan suara pada Minggu. Atau apakah masalah itu malah akan luput dari daftar prioritas pemerintah baru?

        “Mari kita saksikan apa yang akan terjadi setelah pemilihan umum. Untuk saat ini, cuma ada ucapan,” kata seorang penguasah Thailand kepada AFP.

        Masalah juga belum terselesaikan mengenai sikap independepen panel yang akan dibentuk dan tidak melibatkan para politikus.

        Panel tersebut direncanakan terdiri atas satu wakil dari masing-masing 76 provinsi di Thailand ditambah 23 sivitas akademika yang memiliki keahlian di bidang hukum, ilmu politik atau administrasi masyarakat.

        Walaupun panel itu dirancang bersifat politik, daftar calon yang akan diajukan kepada parlemen baru negeri tersebut, yang dijadwalkan memberi keputusan mengenai pemilihan anggota panel pada 27 Desember.

        Panel itu dirancang sebagai cermin bagi parlemen, tapi belum lagi disahkan, pesimisme mengenai efektifitas panel tersebut mulai merebak.

        Susunan panel itu akan tergantung atas hasil pemungutan suara 17 November, yang tampaknya sekali lagi akan menghasilkan pemerintah koalisi.

        Banyak politikus dilaporkan sudah merasa ragu panel tersebut akan dapat mereka jadikan batu loncatan untuk meraih jabatan pada pemerintah mendatang.

        Pemimpin Partai Palang Dharma (PDP) Thaksin Shinawatra –deputi perdana menteri dalam pemerintahan Banharn– tidak mencalonkan diri untuk memperoleh masa jabatan kedua.

        Tujuannya, menurut AFP, ialah agar ia dapat memusatkan perhatian pada pembaharuan politik Thailand.

        Ia juga merencanakan untuk mengumumkan pengunduran diri dari jabatan ketua partai atau untuk menduduki komite undang-undang.

        Meskipun begitu, Shinawatra tetap mendesak dilakukannya pemisahan dewan legislatif dan eksekutif.

        Banyak politikus negeri itu diberitakan telah menerima gagasan pemisahan tersebut dengan alasan sebagian politikus Thailand seringkali bukan orang yang tepat untuk duduk dalam pemerintahan.

        Persaingan ketat

        Dalam pemilihan umum terdahulu tak pernah ada satu partai pun yang pernah meraih mayoritas mutlak, dan kejadian serupa diduga akan terulang dalam pemungutan suara pada Minggu.

        Partai Demokrat, yang dipimpin bekas perdana menteri Chuan Leekpai, dan Partai Aspirasi Baru (NAP) –yang dipimpin Menteri Pertahanan Chavalit Yongchaiyudh, dan Partai Chart Pattana, yang dipimpin bekas perdana menteri Chatchai Choonhavan, kelihatannya akan terlibat persaingan ketat untuk meraih kursi terbanyak di parlemen yang memiliki 393 kursi.

        Pemenang dalam pemungutan suara tersebut akan berhak membentuk pemerintah koalisi baru, yang tahun ini dilanda kemerosotan di sektor ekonomi akibat ekspor yang suram dan defisit yang membengkak.

        Sebanyak 2.310 calon dari 13 partai bersaing dalam pemilihan umum saat ini, yang hasilnya sulit diramalkan.

        Pemenang dalam persaingan saat ini akan menghadapi tugas berat berupa upaya mengembalikan kepercayaan penanam modal yang mulai terkikis.

        Menurut laporan, kaum pengusaha negeri tersebut berharap Partai Demokrat akan unggul karena partai itu dipandang memiliki tim ekonomi yang kuat.

        Dengan berkuasanya kelompok Demokrat, yang dipandang “bersih”, kepercayaan masyarakat diduga akan pulih.

        Sementara itu Chuan menyatakan tuntutan bagi pembaharuan mesti dilaksanakan guna memperbaiki kondisi ekonomi Thailand, yang dipandang sebagai “salah satu singa ekonomi Asia“.

        Di lain pihak Chavalit ingin mebagi wewenang lebih besar kepada pejabat-pejabat lokal dan menciptakan pemerintah yang lebih demokratis.

        Namun gagasan Chavalit dipandang banyak pihak sebagai upaya untuk memperluas dukungan bagi partainya di dewan- dewan lokal dan di kalangan tokoh pengusaha dan petinggi desa. (17/11/96 10:13)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: