Chaidarabdullah’s Weblog

KUNJUNGAN PANGERAN SULTAN, HARAPAN PEMULIHAN SANA’A-RIYADH

Posted on: Mei 29, 2008

       Oleh Chaidar Abdullah

        Jakarta, 27/8/96 (ANTARA) – Yaman menaruh harapan akan dapat memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi, yang keruh akibat sikap Sana’a selama krisis Teluk 1990-1991, dengan kunjungan Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Sultan ibn Abdelaziz ke negeri Ratu Seba itu.

        Pangeran Sultan, yang dilaporkan AFP dijadwalkan mengunjungi Yaman hari Rabu (28/8), menjadi tumpuan harapan untuk menghilangkan batu sandungan bagi perujukan kedua negara bertetangga tersebut, dan memudahkan tugas komite bersama bagi pemulihan hubungan.

        Pangeran Sultan bertugas menangani masalah hubungan dengan Yaman dan dilaporkan memimpin delegasinya, termasuk Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Nayef ibn Abdelaziz dan Menteri Luar Negeri Pangeran Saud Al-Faisal, guna menghadiri pertemuan komite tinggi Yaman-Saudi.

        Yaman dan Arab Saudi membentuk komite itu setelah kedua negara tersebut pada prinsipnya mencapai persetujuan tahun lalu guna menyelesaikan percekcokan mengenai perbatasan.

        Sana’a dan Riyadh terlibat percekcokan mengenai tiga provinsi di perbatasan Arab Saudi, yang diserahkan ke dalam wewenang Arab Saudi dalam persetujuan tahun 1934.

        Namun, kedua negara mengalami keretakan hubungan yang makin besar ketika Yaman tidak mengecam, bahkan cenderung berpihak, pada Irak selama terjadinya kemelut di Teluk menyusul serbuan tentara Baghdad ke Kuwait tahun 1990.

        Arab Saudi, sampai sekarang, menyediakan wilayahnya menjadi pangkalan pasukan multinasional yang mengusir tentara Irak dari Kuwait tahun 1991.

        Rasa tak senang pemerintah bersatu Yaman terhadap Arab Saudi dilaporkan Reuter makin bertumpuk ketika terjadi perang saudara di Yaman dan Riyadh diduga mendukung wilayah selatan.

        Seusai perang saudara tujuh pekan tahun 1994, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dari bekas Yaman Utara, berusaha menghindari kecaman langsung terhadap Pemerintah Riyadh dalam pernyataan terbukanya.

        Namun, banyak rakyatnya merasa yakin bahwa Riyadh terlibat dalam mengobarkan pertikaian antara para pemimpin bekas Yaman Selatan dan Saleh, dan bahkan mengirim atau mengizinkan senjata atau uang mengalir ke daerah Yaman Selatan, yang memproklamasikan pemisahan diri tanggal 21 Mei 1994 –setelah empat tahun penyatuan.

        Seorang pejabat Pemerintah Yaman saat itu bahkan melontarkan tuduhan mengenai “komplotan dan persekongkolan, yang didalangi dari luar perbatasan Yaman”.

        Perang saudara tersebut membuat Yaman merasa ditikam dari belakang oleh Arab Saudi.

        Banyak pengulas berpendapat, kebijakan Arab Saudi condong memberi dorongan bagi pecahnya Yaman bersatu dan pembentukan negara separatis Yaman Selatan dengan Hadhramatuh sebagai pusatnya.

        Provinsi Hadhramatuh, yang memiliki sebagian besar sumur minyak wilayah selatan dengan penduduk kurang dari satu juta orang, diperkirakan akan dapat menjadi negara kecil yang disetir oleh Arab Saudi, sedangkan pemisahan dirinya akan membuat lemah wilayah utara.

        Terlepas dari masalah apakah dukungan materil berasal dari pemerintah, atau warganegara Saudi keturunan Yaman, banyak pihak berpendapat Riyadh dan aliansi Perang Teluk-nya siap mendukung mengakui Yaman Selatan.

        Riyadh juga diduga ingin mengeruk keuntungan dari krisis itu guna memperoleh penyelesaian yang menguntungkannya mengenai perbatasannya dengan Yaman, yang dalam peta biasanya hanya berupa garis putus-putus sementara pemiliknya tidak jelas.

        Sementara itu, Yaman juga percaya Arab Saudi memiliki kepentingan yang cukup besar dengan Yaman terutama berkaitan dengan provinsi-provinsi perbatasan, yang disewa oleh Arab Saudi.

        Peningkatan hubungan

        Kini, Saleh berharap lawatan Pangeran Sultan akan membantu pemulihan hubungan dan “meningkatkan hubungan ekonomi serta mendorong penanaman modal sektor swasta Arab Saudi kembali ke Yaman”.

        Berdasarkan persetujuan prinsip-prinsip bulan Februari 1995 di kota suci Makkah, Arab Saudi, Yaman akan mencabut klaimnya atas provinsi-provinsi Najran, Assir dan Jizane, yang diserahkan kepada Arab Saudi tahun 1934.

        Akan tetapi, bulan Juli tahun ini Saleh menyampaikan ketidak-puasannya dengan proses perundingan mengenai perbatasan.

        Ia juga menuduh “banyak pihak” di Yaman dan Arab Saudi berusaha mengganjal pembicaraan itu.

        Namun, banyak pejabat Arab Saudi menyatakan bahwa kegiatan komite-komite bersama Yaman-Arab Saudi berjalan normal.

        Akhir bulan Juli, kedua negeri itu mencapai persetujuan masalah keamanan, termasuk persetujuan untuk memerangi penyelundupan obat bius dan barang lain, demikian laporan dari sejumlah kantor berita transnasional.

        Bulan Juni tahun lalu, Saleh melakukan lawatan pertamanya ke Arab Saudi sejak Irak menyerbu Kuwait, Agustus 1990 dan Riyadh saat itu menuduh Sana’a mendukung Baghdad.

        Tak lama setelah serbuan Baghdad tersebut, Riyadh menghentikan bantuan keuangannya untuk Yaman, salah satu negara termiskin di dunia, dan mengusir tak kurang dari 850.000 orang Yaman yang bekerja di kerajaan penghasilan minyak terbesar di dunia itu.

        Sana’a menganggap persetujuan Makkah sebagai dasar bagi persetujuan menyeluruh yang mencakup masalah kerjasama ekonomi, sementara itu Riyadh menekankan peran persetujuan untuk menyelesaikan sengketa perbatasan.

        Yaman juga bergantung pada Arab Saudi guna dapat meredakan kesulitan ekonominya, yang bertambah parah selama perang saudara tahun 1994.

        Harian resmi Pemerintah Yaman “Ath-Thawra” mengomentari bahwa setiap pertemuan antara pejabat kedua negara tersebut harus menangani masalah hubungan bilateral secara keseluruhan, dan bukan hanya masalah perbatasan.

        Seorang pentolan oposisi Yaman menyampaikan pendapat senada bahwa penyelesaian masalah perbatasan tidak secara otomatis menghapus masalah ekonomi.

        Harapan Yaman saat ini terletak pada lawatan Pangeran Sultan untuk menyelesaikan semua masalah perbatasan serta hubungan bilateral. (27/8/96 20:59)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: