Chaidarabdullah’s Weblog

PEMIMPIN AFRIKA BERUSAHA TANGANI MASALAH DI WILAYAH MEREKA

Posted on: Juni 5, 2008

        Para pemimpin Afrika mengakui pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia mengenai Afrika yang dibuka di Cape Town, Afrika Selatan, Rabu (4/6/08), bahwa salah-pengelolaan, kurangnya demokrasi dan mengandalkan bantuan adalah sebagian kesalahan yang dihadapi benua tersebut.

        Perdana Menteri Kenya Raila Odinga mengatakan Afrika mesti berhenti menggunakan masa lalu kolonialnya sebagai alasan dan menerima kenyataan bahwa “kondisi semenjana” dalam kepemimpinan mereka membuat wilayah itu tak berkembang sedangkan negara Asia lebih unggul.

        Lebih dari 800 pemimpin politik dan dunia usaha dari 50 negara menghadiri konferensi tersebut, yang berlangsung hingga Jumat dengan tema “Capitalizing on Opportunity”.

        Dalam laporan sebekum pertemuan tersebut, Forum Ekonomi Dunia (WEF) menyatakan lembaga itu mesti bertanggung-jawab bagi Afrika, yang memperoleh keuntungan dari tingginya harga bahan mentah, untuk mempertahankan lima persen pertumbuhannya kendari ada resiko dari ketidak-amanan politik serta makanan.

        Presiden Malawi Bingu wa Mutharika mengatakan Afrika adalah benua terkaya di dunia dalam bidang sumber daya alam dan harus mengubah pola pikirnya untuk mencapai potensi penuhnya.

        “Kita memiliki tanah pertanian yang sangat besar dan sumber daya air yang berlimpah dan sebenarnya setiap tanaman dapat tumbuh di benua ini dan kita tak mampu untuk memberi makan diri kita sendiri,” katanya. “Dapatkah kita mengubah ini? Ya, kita dapat,” kata Mutharika sebagaimana diberitakan.

        Malawi, katanya, memiliki potensi untuk menjadi produsen utama beras dalam waktu dekat.  
   Mutharika mengatakan dalam waktu 25 tahun setelah kemerdekaan dari Inggris, Malawi, negara miskin di Afrika selatan, memandang dirinya sebagai negara yang bergantung atas pembagian makanan, dan presidennya setiap tahun melakukan upacara permohonan. Namun ia mengatakan ketika ia terpilih pada 2004 bahwa ia memberitahu petani di negerinya mereka mampu menanam makanan sendiri, dan sejak itu, Malawi telah beberapa kali mengalami surplus pangan.

        “Jika Malawi dapat melakukannya, tentus saja bagian lain Afrika juga bisa,” katanya.

        “Mutharika mengatakan tantangan lain yang dihadapi benua itu ialah “rakyat Afrika belum belajar berbagi kekuasaan”, dan malah berpegang teguh pada prinsip “pemenang mengambil semuanya”.

        Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki mengatakan biasanya benua tersebut bergerak di jalur yang benar. Namun ia memperingatkan bahwa “sabuk ketidak-stabilan” di seluruh linkgar Sahel, dari Mauritania di Barat hingga Sudan di timur, memiliki akibat negatif bagi belahan lain benua itu.     
   Presiden Ghana John Kufuor mengatakan kekeliruan terbesar ialah tidak dibiarkannya kendali bebas sektor swasta. “Jika kita memiliki pemimpin, Afrika akan dapat mengejar, karena kita memiliki sumber daya,” katanya.  

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: