Chaidarabdullah’s Weblog

SERANGAN ISRAEL PERSATUKAN RAKYAT LEBANON

Posted on: Juni 16, 2008

      Oleh Chaidar Abdullah          Jakarta, 21/4/96 (ANTARA) – Sebelas hari serangan Israel terhadap posisi Hizbulah di Lebanon Selatan belum memperlihatkan tanda akan dapat menundukkan para petempur faksi dukungan Iran itu, tapi malah menghasilkan kejadian yang tak pernah tercapai sebelumnya, persatuan rakyat.

        Karena merasa negara mereka menjadi “bulan-bulanan” aksi militer Israel, rakyat Lebanon baik dari sayap kanan maupun kiri dilaporkan bersatu — kejadian yang selama ini justru gagal dicapai pemerintah Perdana Menteri Rafik Al-Hariri.

        Sejak berakhirnya 15 tahun perang saudara pada tahun 1990, pemerintah Lebanon

telah berusaha menyatukan berbagai faksi di negerinya.

        Pemimpin masyarakat Maronit Kristen di Lebanon, Pendeta Nasrallah Sfeir, dilaporkan AFP mengutuk operasi kotor Israel untuk melakukan pemusnahan kolektif warga Lebanon

.

        Ia merujuk kepada pembantaian yang diakibatkan oleh pemboman Israel terhadap komplek tentara PBB di desa Cana, Lebanon

Selatan.

        Pembomban sengit tersebut dalam satu hari menewaskan 98 pengungsi, kebanyakan anak-anak dan wanita.

        “Tragedi saat ini menyatukan rakyat Lebanon

,” kata Nasrallah sebagaimana dikutip kantor berita itu.

        Sejauh ini operasi balas dendam militer Israel

terhadap Lebanon Selatan telah menewaskan 159 orang dan melukai 316 orang.

        Pemimpin spiritual Hizbullah Syeikh Mohammad Hussein Fadlallah memuji kenyataan bahwa masyarakat sayap kanan dan kiri di Lebanon

memperlihatkan persatuan untuk pertama kali dalam konflik ini.

        Sebagaimana dikutip, ia mengatakan, “Orang Islam dan Kristen di Lebanon bersatu dalam menghadapi agresi Israel

.”

        Banyak rakyat Lebanon diberitakan percaya serangan Israel di Lebanon Selatan bukan ditujukan kepada Hizbullah, tapi untuk merusak upaya guna membangun kembali Lebanon

dan menarik penanam modal asing.

        Seorang profesor dari American University of Beirut memberi bukti pendapat rakyat Lebanon

tersebut. Israel, katanya, membom dua instalasi pembangkit listrik di luar kota Beirut sehingga Lebanon kembali harus menjatah listrik bagi rakyatnya, sementara pemboman tak kenal henti Israel terhadap Lebanon Selatan memaksa lebih dari 300.000 orang mengungsi ke bagian utara negeri itu.

        Kejadian tersebut memicu timbulnya kesimpulan bahwa Israel bukan sedang menyerang satu kelompok atau faksi tapi seluruh proses pembangunan kembali di Lebanon

.

        Sebelumnya rakyat di Lebanon Utara tidak mengacuhkan perjuangan bersenjata Hizbullah guna menentang pendudukan “zona keamanan” oleh Israel di Lebanon Selatan.

        Tetapi sekarang muncul dukungan luas bagi Hizbullah serta rakyat yang dipaksa mengungsi dari Lebanon Selatan akibat pemboman membabi-buta Israel

.

        Dukungan bagi Hizbullah dan kecaman terhadap Israel bukan hanya merebak di Lebanon, kejadian serupa juga muncul di di Tepi Barat Sungai Jordan; ribuan orang Arab Israel, anggota faksi Druze dan orang Palestina dilaporkan memprotes operasi militer Israel di Lebanon Selatan.

        Penduduk Arab Israel diberitakan bentrok dengan polisi selama empat jam di kota bagian utara Israel, Nazareth. Sebelumnya tak pernah ada berita bentrokan antara orang Arab dan Yahudi di kota

itu.

        Seorang pemandu wisata dari Jerusalem bahkan pernah menggambarkan bahwa Nazareth

adalah bukti betapa orang Arab dan Yahudi sebenarnya dapat hidup berdampingan.

        Tak seimbang

        Bentrokan antara Hizbullah dan militer Israel bukanlah konflik antara dua kubu yang memiliki kekuatan setimpal, dan kantor berita Reuter bahkan menyatakan gambaran Daud melawan Jaluth (David vs Goliath) sama sekali tak cocok untuk melukiskan kejadian di Lebanon

saat ini.

        Dari semenanjung Tyre, kota terbesar Lebanon, dekat perbatasan dengan jalur perbatasan yang diduduki Israel di Lebanon Selatan selama hampir dua dasawarsa, penduduk yang tetap tinggal dilaporkan dapat menyaksikan aksi militer pemerintah Yahudi.

        Di tengah deru pesawat tempur Israel, pejuang Hizbullah dikatakan menembakkan satu roket Katyusha dari daerah perbukitan ke wilayah utara Israel

.

        Lalu selang beberapa menit serentetan bom artileri menghujani daerah tersebut, dan pesawat-pesawat pembom F-16 ikut berlaga sementara helikopter-helikopter bermeriam Israel

beterbangan di daerah pantai guna memandu serangan artileri dan udara.

        Dengan menggunakan kemampuan militer canggihnya, Israel menghajar daerah Lebanon

sedangkan para petempur Hizbullah hanya mengandalkan roket-roket Katyusha. Faksi itu tidak memiliki rudal dan senjata yang digunakan para petempurnya pun hanyalah senapan serang AK-47 yang telah mereka miliki selama beberapa dasawarsa.

        Senjata andalan mereka hanyalah roket-roket Katyusha, yang dibuat oleh bekas Uni Sovyet selama Perang Dunia II, dan mortir. Senjata tersebut sebenarnya disiapkan untuk ditembakkan secara berbarengan dalam menghadapi arus tentara Jerman lebih setengah abad lalu.

        Meskipun demikian kemampuan para petempur Hizbullah dalam menggunakan roket Katyusha — meskipun dampak yang ditimbulkan tidak hebat dibandingkan dengan aksi balas dendam penguasa Yahudi — telah menarik perhatian Israel

dan dunia.

        Dengan menggunakan peluncur yang diberi waktu, para petempur dapat menembakkan roket Katyusha sementara sang penembak sudah menjauh.

        Namun betapa pun tak seimbangnya persenjataan mereka, dan betapa pun hebatnya dampak serangan Israel terhadap rakyat Lebanon, masyarakat dunia, PBB dan Dewan Keamanannya sama sekali “impoten” jika berhadapan dengan Israel

.

        Meskipun masyarakat internasional mengecam dan mengutuk perbuatannya, Israel tak pernah mengekang diri apalagi menghentikan pembantaian sipil. Semua resolusi Dewan Keamanan PBB tak pernah membuat Israel

mundur dari wilayah yang didudukinya di Lebanon Selatan.

        Dengan alasan untuk membungkam serangan Katyusha oleh Hizbullah, Israel tak segan-segan menyerang sasaran sipil dan sekali lagi rakyat tak berdosa menjadi korban. (02/21/04/96 18:36)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: