Chaidarabdullah’s Weblog

PERUBAHAN IKLIM JUGA ANCAM KERAGAMAN HAYATI DAERAH TROPIS

Posted on: Oktober 11, 2008

 

         Perubahan iklim dalam waktu dekat diduga akan membuat cuaca jadi terlalu panas bagi banyak spesies asli, yang akan dipaksa bergerak menuju dataran yang lebih tinggi guna menghindari udara panas, kata beberapa peneliti AS, Kamis (9/10/08).

 

        Menurut studi itu, perubahan iklim bukan hanya mengancam beruang kutub dan spesies lain yang mencintai udara dingin, tapi juga membuat spesies pencinta panas menghadapi resiko.

        “Kita mengetahui bahwa iklim bertambah panas,” kata Robert Colwell dari University of Connecticut, yang penelitiannya disiarkan di dalam jurnal Science.

        “Jika keadaan berjalan sebagaimana diperkirakan, akan terjadi penghangatan 3 derajat Celsius di wilayah tropis Kosta Rika selama abad mendatang,” katanya.

        Colwell dan rekannya meramalkan bahwa saat iklim di daerah tropis menghangat, rentang panas akan naik ke atas gunung setinggi 600 meter. “Iklim saat ini pada ketinggian 100 meter akan menjadi 700 meter,” kata Colwell dalam suatu wawancara telefon.

        Colwell dan rekannya menganalisis data hampir 2.000 spesies tanaman, serangga dan jamur di Kosta Rika. Timnya memperkirakan sebanyak separuh spesies itu nanti harus pindah ke tempat yang benar-benar baru, jauh dari rangkaian lereng gunung tinggi.

        “Jika spesies tertekan oleh panas, mereka akan berbuat lebih baik di zona iklim tempat mereka sudah terbiasa. Kami memperkirakan banyak spesies harus naik ke gunung sebagaimana sudah didokumentasikan di Eropa dan Amerika Serikat,” katanya.

    
                      Tak ada ruang
   Akibatnya ialah, keragaman populasi dan kekayaan spesies dataran rendah di wilayah tropis akan segera mengalami kemerosotan, sebagian karena tak ada spesies lain yang dapat menyesuaikan diri dengan iklim.

        Dan spesies yang hidup di dataran tinggi mungkin akan kehabisan ruang untuk memanjat lebih tinggi lagi.

        Colwell mengatakan perkiraan tersebut bertolak-belakang dengan asumsi banyak peneliti yang percaya spesies di wilayah tropis takkan terpengaruh sama parahnya dengan spesies di wilayah dingin oleh perubahan iklim.

        “Kebijakan konvensional saat ini bahkan di kalangan ilmuwan ialah spesies tropis akan baik-baik saja meskipun terjadi pemanasan global karena pada masa kuno –5 sampai 50 juta tahun lalu– iklim bertambah hangat dan saat itu ada hutan tropis,” katanya.

        “Kami berpendapat ini tidak terlalu jelas. Perlu ada penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah benar begitu,” katanya.

        Dalam studi terpisah di jurnal yang sama, para peneliti di University of California-Barkeley membandingkan perubahan baru-baru ini dalam populasi mamalia kecil di Yosemite National Park di California untuk studi yang dilakukan pada 1918.

        Tak mengejutkan, mereka mendapati mamalia seperti”shrew”, tikus dan tupai tanah telah pindah ke daerah yang lebih tinggi atau bergerombol di wilayah yang lebih kecil dan lebih nyaman.

        Mereka menyaksikan perubahan pada sebanyak separuh spesies yang dipelajari.

        Sejauh ini, gerakan populasi itu belum mengubah keragaman hayati di taman tersebut, kata para peneliti itu, tapi peristiwa tersebut telah mengubah populasi hewan dalam berinteraksi satu sama lain.

        “Perubahan semacam ini dalam susunan masyarakat telah berlangsung selamanya,” kata James Patton –yang memimpin kegiatan lapangan di Yosemite– dalam suatu pernyataan sebagaimana dilaporkan media trans-nasional. “Kecepatan yang menyertai perubahan ini lah yang memberi jeda.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: