Chaidarabdullah’s Weblog

IRAK DIRONGRONG KETEGANGAN MENDEKATI AKHIR 2011 Oleh Chaidar Abdullah

Posted on: Desember 20, 2011

Mendekati akhir 2011, Irak –negara yang sudah menghadapi desingan peluru dan dentuman rudal sejak awal 1990-an– kembali menghadapi ketegangan saat Perdana Menteri Nuri al-Maliki, Ahad (18/12), berbenturan dengan blok utama pesaingnya.

Sehari kemudian pemerintah Irak mengeluarkan surat penangkapan buat Wakil Presiden dari kubu Sunni Tareq al-Hashemi, yang dicurigai memiliki hubungan dengan rencana untuk pembunuhan dan pemboman. Al-Maliki juga ingin anggota parlemen menarik dukungan terhadap Wakil Perdana Menteri Saleh al-Mutlak, dari partai yang sama dengan al-Hashemi.

Ketiga masalah tersebut laksana menyiram bensin ke api ketegangan sektarian setelah tentara AS meninggalkan Negeri 1001 Malam itu.

Peristiwa itu mengurai kesepakatan pembagian kekuasaan yang memang rapuh di Irak di antara blok Syiah, Sunni dan suku Kurdi –yang telah berusaha meredam ketegangan. Beberapa tahun sebelumnya pertempuran antaraliran agama menggiring negeri tersebut ke ambang perang saudara.

Pergolakan kekuasaan antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan blok pesaingnya juga telah meningkat, saat tentara AS meninggalkan negeri itu pada Ahad (18/12).

Banyak pengulas telah memperkirakan kemelut terjadi setelah tentara AS ditarik –kondisi yang mencuatkan keprihatinan mengenai keamanan di negeri tersebut, yang telah diduduki AS selama hampir sembilan tahun.

Al-Maliki, yang dilaporkan marah, meminta parlemen nasional menarik kepercayaan dari Wakilnya Saleh al-Mutlak dari kubu Sunni, setelah al-Mutlak menggambarkan PM Irak itu sebagai  diktator”.

Perdana Menteri mengirim surat ke parlemen, untuk meminta penarikan kepercayaan dari Saleh al-Mutlak, sebab ia tak lagi memenuhi syarat untuk jabatannya sebagai wakil perdana menteri,” kata Yassin Majee, tokoh utama di blok politik Negara Hukum, pimpinan al-Maliki dalam wawancara dengan stasiun TV Iraqiya.

Al-Mutlak, dalam wawancara dengan CNN –yang dikutip Xinhua, mencap al-Maliki sebagai “diktator”, dan dalam kesempatan lain al-Mutlak mengatakan kepada stasiun televisinya sendiri, Babiliyah, bahwa al-Maliki “lebih buruk daripada Saddam Hussein”.

Al-Mutlak, seorang tokoh kenamaan blok pesaing al-Mailiki, al-Iraqia, mengumandangkan pernyataan itu selama beberapa hari setelah pasukan militer Irak menahan dua penjaga keamanan dan pengemudi yang bekerja buat Wakil Presiden Tariq al-Hashemi.

Surat penangkapan dilaporkan juga dikeluarkan buat al-Hashemi tapi cuma menghasilkan ditangkapnya para pegawai pribadinya. Al-Hashemi, juga anggota senior al-Iraqia, dituduh terlibat dalam serangan bom mobil di dekat gedung parlemen nasional di dalam Zona Hijau Baghdad pada November.

Serangan itu, yang melukai seorang anggota parlemen, dianggap oleh al-Maliki ditujukan kepada dia.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Mayor Jenderal Adel Daham, mengatakan pada suatu taklimat pengakuan para tersangka yang diidentifikasi sebagai pengawal al-Hashemi mengaitkan wakil presiden itu dengan pembunuhan dan serangan terhadap pejabat keamanan dan pemerintah Irak.

Juru bicara tersebut, menurut Reuters, memperlihatkan rekaman pengakuan, yang ditayangkan oleh stasiun televisi Iraqiya dan media lokal lain.

Di antara mereka yang didakwanya adalah anggota penjaga keamanan al-Hashemi. Orang itu, kata kementerian tersebut, “telah dibayar oleh kantornya untuk melakukan pembunuhan”
Ketiga orang yang ditayangkan stasiun televisi merinci upaya pembunuhan yang mereka katakan akan dilakukan oleh pembantu al-Hashemi, termasuk pemasangan bom pinggir jalan dan aksi tembak-lari terhadap pejabat pemerintah dan keamanan Irak.

Boikot
Pada Sabtu (17/12), al-Iraqia –blok parlemen dukungan Sunni yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Iyad Allawi– memboikot sidang parlemen, dan menuntut pembaruan serta memprotes “sikap sentralisasi” oleh al-Maliki.

Protes tersebut diduga oleh banyak pengulas di Baghdad, menurut Xinhua, merupakan reaksi atas tindakan hukum al-Maliki terhadap al-Hashemi.

Blok itu diberitakan mengambil keputusan boikot tersebut dalam pertemuan yang diselengarakan Jumat (16/12) di kediaman al-Hashemi. Pertemuan itu dihadiri oleh pemimpin blok tersebut, tokoh sekuler Iyad Allawi, anggota parlemen dari Iraqia, dan  tokoh kenamaan lain blok tersebut.

Alasan bagi boikot itu ialah untuk mengakhiri jalan al-Maliki untuk memerintah negeri tersebut, kata juru bicara al-Iraqia Haider al-Mulla kepada media.

Al-Iraqia berkeras menuntut pembaruan proses politik guna mengakhiri kondisi saat ini, yaitu pendekatan sepihak yang terus dilancarkan al-Maliki dan upayanya untuk menyisihkan mitra politiknya.

Pada Sabtu, parlemen nasional Irak dilaporkan mengadakan sidang dengan hanya dihadiri 184 dari 325 anggotanya, tanpa kehadiran anggota parlemen dari blok al-Iraqia.

Tindakan paling akhir itu menunjukkan pergolakan yang bertambah besar antara blok Allawi dan blok Syiah pimpinan al-Maliki, saat tentara AS mengakhiri penarikan pada Ahad (18/12), dan menyisakan kurang dari 200 personel di negeri tersebut untuk misi pelatihan.

Allawi menjadi perdana menteri dalam pemerintah peralihan dari 2004 sampai 2005. Blok al-Iraqia, pimpinannya yang didukung pemeluk Sunni menjadi pemenang dalam pemungutan suara 2010 dengan meraih 91 kursi, hanya unggul dua kursi dibandingkan blok Negara Hukumnya al-Maliki.

Berdasarkan kesepakatan tak resmi pembagian kekuasaan yang disepakati oleh kedua kelompok itu, al-Maliki menduduki kursi perdana menteri setelah pemilihan umum 2010.

Namun pemerintah yang didominasi pemeluk Syiah, pimpinan al-Maliki membuat marah partai pesaingnya, kondisi yang bisa memicu krisis politik dalam era-pasca pendudukan AS di Irak.

Perebutan kekuasaan politik dan wilayah menjadi ancaman utama, yang dihadapi Irak setelah penarikan tentara AS.

“Gangguan sengaja”
Di dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin pagi, al-Hashemi menuduh pemerintah al-Maliki “melakukan gangguan secara sengaja”, setelah pesawatnya ditunda selama beberapa jam di bandar udara Baghdad. Ia telah dijadwalkan pergi ke kota Sulaimaniya di wilayah Kurdi, untuk bertemu dengan Presiden Irak Jalal Talabani –yang menjabat sejak 7 April 2005.

Pasukan keamanan menangkap tiga pengawal al-Hashemi dalam perjalanan mereka kembali dari bandar udara, demikian isi pernyataan tersebut. Ditambahkannya, jumlah personel  militer yang mengepung rumah al-Hashemi selama dua pekan telah ditambah.

“Wakil presiden telah bersikap sangat sabar dan menunggu alasan yang masuk akal dari partai terkait di pemerintah,” kata pernyataan itu sebagaimana dikutip Reuters.

Banyak politikus senior Irak, yang khawatir krisis politik bisa kembali mendorong Irak ke kemelut sektarian, dilaporkan mengadakan pembicaraan dengan al-Maliki dan pemimpin lain guna meredam pertikaian tersebut.

Duta besar AS di Irak juga diberitakan mengadakan kontak dengan para pemimpin senior Irak.

Kerusuhan memang telah turun tajam sejak puncak serangan pada 2006-2007, ketika pemboman bunuh diri dan serangan mematikan merenggut ribuan jiwa dalam aksi saling bunuh oleh pengikut aliran agama yang berbeda.

Namun ketegangan antaraliran agama nyaris muncul ke permukaan dan masih mewarnai banyak aspek kehidupan politik di Irak.

Berakhirnya penarikan tentara AS pada Ahad (28/12) membuat banyak orang Irak khawatir bahwa kesepakatan perdamaian yang rapuh antara kubu Syiah dan minoritas Sunni mungkin ambruk dan memicu lagi bentrokan sektarian.

Banyak pemeluk Sunni, yang menduduki jabatan dalam pemerintah era Saddam Hussin, merasa disisihkan oleh munculkan kubu Syiah setelah agresi militer AS pada 2003.

Beberapa wilayah yang kebanyakan warganya pengikut Sunni sudah mengupayakan otonomi dari pemerintah pusat, karena ketidakpuasan sehubungan dengan gaya pemerintahan al-Maliki.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: